Sejarah

A.    LATAR BELAKANG

Dalam kongres Paguyuban Pasundan tanggal 29–31 Januari 1949 di Bandung, diputuskan untuk mengubah nama Paguyuban Pasundan menjadi (PARKI) dengan maksud untuk memperluas perjuangan di bidang politik. Partai tersebut kemudian mengikuti pertama Republik Indonesia pada tahun 1955. Namun suara yang didapat dalam pemilu tersebut sangat minim. Kekalahan tersebut menimbulkan perpecahan di tubuh PARKI. Akhirnya melalui dalam kongres luar biasa PARKI tanggal 29 November 1959, partai tersebut memutuskan untuk mengubah namanya kembali menjadi Paguyuban Pasundan.

Pada Tanggal 1 Agustus 1949, Pengurus Besar PARKI ( Partai Kebangsaan Indonesia ) mendirikan Badan Pendidikan dan Pengajaran (BPP) PARKI yang diketuai oleh Bapak Ahmad Atmadja. Atas usaha BPP PARKI ini maka berdirilah beberapa SMP PARKI dibeberapa kota seperti di Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi dan Cianjur. Tenaga pengajar di SMP-SMP PARKI ini diperoleh dengan cara mengangkat guru-guru dari pegawai pemerintah RI yang tidak bersedia lagi bekerja menjadi birokrat di pemerintahan tetapi bersedia untuk menjadi tenaga pengajar dengan status PNS DPK.

Sampai Tahun 1955, SMP – SMP PARKI maju dan berkembang dengan pesat, demikian pula SMP PARKI yang berlokasi di Jl. Pasundan No.14 Bandung. Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra/ putrinya ke SMP PARKI Bandung ini dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga sekolah merasa kewalahan untuk menampungnya. Atas dasar kenyataan itu pada tahun 1955 – 1956 munculah kesepakatan di antara Bapak R.S. Soeradiredja, Bapak Ahmad Atmadja dan Bapak Soekardji (yang pada waktu itu menjabat sebagai kepala SMP PARKI Bandung) mereka membagi dua SMP PARKI yang terletak di Jl. Pasundan No.14 Bandung.

Atas dasar kesepakatan itu, kepala Jawatan Pendidikan Umum (JAPU), berdasarkan SK. Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Kepala Bagian Subsidi, nomor 135426 pada tanggal 20 Desember 1956 SMP PARKI Jl. Pasundan No.14 Bandung dibagi dua menjadi SMP PARKI 1 belajar pagi hari dan SMP PARKI 2 belajar siang hari.

Atas dasar kesepakatan itu, kepala Jawatan Pendidikan Umum  (JAPU), berdasarkan SK. Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Kepala Bagian Subsidi, nomor 135426 pada tanggal 20 Desember SMP PARKI Jl. Pasundan 14 Bandung dipecah menjadi SMP PARKI 1 yang belajar pagi dan SMP PARKI 2 yang belajar siang hari

Di tahun 1956, selain penetapan membagi dua SMP PARKI muncul juga gagasan untuk mendirikan SMA PARKI ( SMA Pasundan 1 Bandung). Gagasan itu datang dari Himpunan Alumni /IKA SMP PARKI yang terdiri dari;

Hidajat Nataprawira  (Guru SMAN 3 Bandung /Ketua IKA SMP PARKI)

Sjamsu Abdul Rodjak (Guru SMP PARKI Bandung /Wk. Ketua IKA SMP PARKI)

Lien Karlina              (Guru SMP PARKI Bandung /Sekretaris 1 IKA SMP PARKI)

Nining Sukarni              (Guru SMP PARKI Bandung Sekretaris 2 IKA SMP PARKI)

Gagasan tersebut selanjutnya disampaikan kepada Bapak Soekarjo dan Bapak Tatang Kosasih Wiradimadja yang menyambut dengan positif, demikian pula guru-guru manyambutnya dengan suka cita.

B. PROSES PENDIRIAN (Panitia Pendiri Sekolah)

Untuk mewujudkan gagasan Himpunan Alumni SMP PARKI itu, maka diadakan rapat persiapan vang dilaksanakan bulan mei 1957 di Ruang Guru SMP PARKI 1 Jl. Pasundan 14 Bandung. Rapat yang dipimpin oleh Bapak Soekarjo memutuskan adanva pembagian tugas sebagai berikut :

  1. Bapak Soekarjo menjabat Kepala SMA Bagian C PARKI Bandung
  2. Bapak Tatang Kosasih Wiradimadja menjabat sebagai Wakil Kepala SMA Bagian C PARKI Bandung, berusaha untuk memperoleh tenaga pengajar dari PTPG Bandung.
  3. Bapak Hidayat Nataprawira berusaha memperoleh tenaga pengajar dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta lainnya.
  4. Bapak Sjamsu Abdul Rojak mengadakan hubungan dengan Kepala SMP Negeri dan Swasta di Bandung.
  5. Bapak Mochamad Yunus, selaku bagian Hubungan Masyarakat (Humas) meyebarkan surat-surat edaran dan brosur-brosur Penerimaan Siswa Baru.

Pada tanggal 17 Agustus 1957 SMA PARKI Bagian C diresmikan oleh Pengurus Besar Paguyuban Pasundan /BPP Pasundan vaitu Bapak R.S. Soeradiradja dan bapak Ahmad Atmadja. Atas Seijin Bapak R.S. Soeradiraja. ruangan/ tempat belajar para siswa di Sekolah ini adalah menggunakan ruang di abas Apotik Abadi Jalan Dalem Kaum Bandung.

C. SAAT DIMULAINYA KEGIATAN OPERASIONAL

Seperti telah dikemukakan di atas bahwa untuk pertama kalinya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan diruangan vang terletak di atas Apotik Abadi di Jalan Dalem Kaum Bandung dengan cara menvekat ruangan itu dengan dinding bambu sehingga menjadi 4 ruangan. Sedangkan kantor Administrasi mengunakan gang masuk ke ruangan atas,

Untuk pertama kalinya siswa yang belajar di SMA C PARKI ini ada 70 orang yang dibina oleh 15 orang guru yaitu :

  1. Bapak Tatang Kosasih Wiradimadja mengaiar Sejarah
  2. Bapak Sjamsu Abdul Rodjak mengajar Aljabar
  3. Bapak Mochamad Yunus mengajar Ilmu Bumi
  4. Bapak Maman Sudyaatmadja mengajar Tata Buku
  5. Ibu Itje Suwenda mengajar Biologi
  6. Bapak Iwa Sukiswa mengajar Hitung Dagang
  7. Bapak Komarudin mengajar Ekonomi
  8. Bapak T. Margana Mengajar Bahasa lnggris
  9. Bapak Drs. Zakaria mengajar Ekonomi
  10. Bapak Kosasih Djahiri mengajar Ekonomi
  11. Bapak Payung Bangun mengaiar Bahasa Indonesia
  12. Bapak Marbun S,P’H. mengaiar Bahasa Jerman
  13. Bapak Anam mengaiar Menggambar
  14. Bapak Hanafi mengajar Sejarah Budaya
  15. Bapak Drs. I.A. Rifai mengajar Pendidikan jasmani

Sedangkan yang menangani bidang Administrasi ada 3 orang yaitu 2 orang pria dan seorang wanita.

  1. Bapak Burdah Basarah
  2. Bapak Suardja
  3. Ibu Endah Rukayah

Dengan meningkatnya jumlah siswa dari tahun ke tahun, maka lokal belajar ditambah 2 lokal yang terletak di Jl. Balonggede 28 Bandung yang pada waktu itu lokasi ini merupakan Gedung Asrama Putri. Penggunaan 2 ruangan di Asrama Puteri ini, terletak di halaman depan asrama puteri dan operasional kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada tahun 1966 dan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman.